Header Ads

Bersama Melawan Dan Mencegah Covid-19 DIY


WARTA JOGJA | YOGYAKARTA -- Novel coronavirus (2019-nCoV) atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan nama lain dari penyakit yang sedang mewabah di dunia pada akhir 2019 sampai saat ini, atau biasa kita mendengar dengan sebutan COVID-19. Virus penyebab penyakit tersebut merupakan salah satu jenis baru dari coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus ini sangat mudah menyebar dan menular antar manusia. Menurut World Health Organization (WHO), COVID-19 diduga termasuk penyakit bersifat zoonotic yaitu dapat menular dari hewan ke manusia. Cara penularan penyakit ini yaitu melalui droplet (cairan lendir) yang keluar dari tubuh penderita kepada orang dan benda disekitarnya secara tidak maupun langsung melalui beberapa cara, antara lain kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19 dan tidak sengaja menghirup/menghisap percikan ludah yang keluar saat penderita batuk dan bersin, lalu memegang mulut atau hidung dengan tangan yang kotor atau tanpa mencucinya terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan droplet penderita COVID-19.(27/05/20)

COVID-19 ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, antara lain infeksi ringan seperti flu, infeksi berat seperti pneumonia atau infeksi paru-paru bahkan hingga dapat menyebabkan kematian. Gejala umum yang ditimbulkan jika telah terinfeksi COVID-19 hampir sama seperti gejala influenza yakni berupa demam dengan suhu tubuh di atas 38ºC disertai batuk kering, pilek, nyeri di daerah tenggorokan dan juga sesak napas. Tetapi, ada juga gejala lain yang timbul seperti sakit kepala, diare dan didapati adanya ruam pada kulit hingga menyebabkan komplikasi seperti Pneumonia, gagal ginjal, infeksi organ yang lainnya sampai kematian. Bahkan, infeksi penyakit COVID-19 pada sejumlah orang tidak memperlihatkan gejala-gejala seperti yang disebutkan sebelumnya. Sehingga, dapat disimpulkan jika gejala yang terjadi pada beberapa orang bisa saja berbeda-beda. Maka saat ini, WHO merekomendasi kepada setiap orang yang memiliki gejala yang menyerupai baik influenza maupun COVID-19, diharapkan untuk segera melakukan rapid test atau medical check-up agar cepat ditangani dan mendapat pengobatan medis yang sesuai. Untuk waktu yang diperlukan oleh virus ini beradaptasi pada tubuh manusia dari sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut dengan masa inkubasi/isolasi yang diperkirakan selama kurang lebih 14 hari. Selama 14 hari tersebut akan terlihat gejala-gejala yang menunjukkan ada atau tidaknya penyakit COVID-19 yang menginfeksi tubuh penderita sehingga dapat segera mungkin mendapat tindakan preventif yang sesuai. 

Dilansir dari data Dinas Kesehatan DIY, kasus yang terjadi di wilayah DIY (update per 25/05/2020) disebutkan jika pasien positif berjumlah 93 orang yang masih dirawat, 8 orang positif meninggal dan 125 orang dinyatakan sembuh. Sementara, tercatat ada 6,355 orang dalam pemantauan (ODP). Angka tersebut menandakan bahwa COVID-19 berhasil menginfeksi secara cepat dan terus menyebar setiap harinya di wilayah DIY. Penduduk yang beresiko terinfeksi COVID-19 berdasarkan kasus yang sudah terjadi adalah orang yang tinggal dan berpergian didaerah yang terdaftar sebagai zona merah seperti orang – orang atau wisatawan yang belum lama ini sedang melakukan travelling dari Luar Negeri, tenaga medis yang sedang bekerja menangani pasien – pasien COVID19 dan orang disekitaran para PDP yang belum dapat penanganan.Menurut WHO, COVID19 ini mampu menginfeksi setiap orang tanpa ada batasan usia, gender, maupun riwayat penyakit lainnya. Namun, orang yang berusia lebih tua dan orang-orang dengan riwayat penyakit tertentu (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan mengalami infeksi yang parah dari COVID19.

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan berharga yang harus dijaga bagi setiap orang. Sayangnya, untuk saat ini vaksin untuk penyembuhan dan pencegahan COVID19 belum ditemukan oleh para peneliti, sehingga kita hanya dapat melakukan cara yang dianjurkan oleh WHO dan Pemerintah untuk memutus rantai penyebarannya seperti menjaga Kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat, rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun anti kuman dan air mengalir sehabis berpergian atau memegang benda dari luar rumah, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan, memberlakukan social distancing antar teman maupun keluarga kurang lebih satu meter terutama pada orang yang sedang menderita sakit batuk/pilek, menggunakan masker dan menjaga etika bersin/batuk di tempat umum serta menghindari berpergian ke luar kota terutama daerah yang menjadi zona merah.


Dikutip dari Artikel Opini Mahasiswa
Irene Agni Teatrawan Mahasiswi Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

WJ (Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.