Header Ads

Di Duga Terjadi Kesalahpahaman Dengan BLT, Warga Playen Membuat Surat Pernyataan Damai

WARTA JOGJA | GUNUNGKIDUL -- Banyaknya bantuan pandemi covid-19 dari berbagai instansi menjadikan rancu pendataan hampir di seluruh Kabupaten Gunungkidul.Salah satu bantuan yang diberikan oleh Desa melalui Anggaran Dana Desa (ADD) yang disebut dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar 600ribu sempat menjadikan ricuh antar warga di Kecamatan Playen beberapa hari yang lalu.(18/05/20)

Salah satu warga yang berinisal AY yang diketahui warga Desa Bleberan Kecamatan Playen beberapa waktu lalu melakukan pemostingan di media sosial yang berkaitan dengan BLT di Desa tersebut.Tak hanya itu saja AY juga memposting bahwasanya ada pihak yang bermain curang yakni memotong dana BLT Rp.600.000 menjadi Rp. 575.000.Pihak yang dituding bernama SG yang merupakan  wakil pemerintah Dusun Menggoran Desa Bleberan Kecamatan Playen.Dia dituding memotong dana BLT sebesar 25.000 per KK.

Setelah beberapa hari membaca postingan AY di Medsos , SG merasa tidak terima dengan postingan tersebut, pihaknya langsung meminta pertanggungjawaban kepada AY yang tak lain tetangganya.SG merasa dicemarkan nama baiknya karena memang dirinya tidak melakukan pemotongan BLT seperti yang dituduhkan AY melalu Medsos.

Geram dengan ulah AY akhirnya SG meminta agar AY memberikan bukti kaitannya dengan pemotongan BLT sebesar 25.000 tersebut.AY yang merasa bersalah dengan postingan tersebut, hari sabtu (16/05/20) kemarin AY meminta maaf dan membuat surat pernyataan yang isinya kesalahpahaman dengan bantuan BLT, AY juga akan menghapus postingannya yang semata-mata salah informasi dan kesalahpahaman kedua belah pihak, dan pemotongan BLT sebesar 25.000 tidak ada serta kedua belah pihak sepakat akan menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

AY juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya dan apabila melanggar maka pihaknya bersedia berurusan dengan hukum.


WJ. (Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.