Header Ads

Pemdes Selang Kucurkan Anggaran BLT 65 Juta Lebih Untuk 109 KK

WARTA JOGJA | GUNUNGKIDUL | Pelaksanaan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa tahap 1 Desa Selang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul berlangsung lancar, Jumat, (29/05/2020). Dengan mengacu standar protokol kesehatan, warga penerima BLT datang ke balai desa tanpa berjubel dan antri panjang. Sebanyak 109 Kepala  Keluarga (KK) menerima gelontoran dana sebesar 65 juta lebih. 

Kepala Desa Selang, Wardoyo menjelaskan, total anggaran BLT desa yang disiapkan dari dana desa mencapai Rp. 196.200.000,- . Terkait data penerima bantuan BLT, Wardoyo menyampaikan, semua warga penerima telah memenuhi syarat, selain itu data tersebut hasil dari usulan Musyawarah Dusun (Musdus) yang dilaksanakan dimasing-masing padukuhan dengan melibatkan RT, RW, Dukuh, tokoh masyarakat, Karangtaruna, Kader dan BPD. 

"Kami berusaha melakukan penyisiran data  dari level tingkat bawah yaitu RT. Hasil dari Musdus kita bahas kembali pada Musdes dan setelah disetujui semua pihak termasuk BPD, disepakati jumlah penerima BLT Desa Selang 109 KK, ini juga mengacu anggaran yang dimiliki oleh desa. Jumlah 109 KK tersebut adalah warga yang benar-benar terdampak dari adanya Pandemi Covid-19," jelas Wardoyo. 

Mencermati situasi secara nasional, adanya carut marut data penerima bantuan sosial dari pemerintah, baik bersumber pada pemerintah pusat, propinsi maupun tingkat kabupaten, Wardoyo berharap kedepan ada sinkronisasi data, sehingga hal tersebut tidak menimbulkan kegaduhan dan kecemburuan masyarakat. 

"Desa adalah ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat, saya berharap kedepan antara data pusat sampai level pemerintah bawah bisa sinkron. Akan lebih baik menurut kami, warga masyarakat penerima bantuan pemerintah diberikan tanda stiker besar ditiap rumahnya agar jelas dan semua bisa mengawasi," ungkap Kades Selang. 

Ditempat yang sama, Camat Wonosari, Drs. Siswanto dalam monitoring penyaluran BLT dana desa menyampaikan, warga penerima bantuan diharapkan dapat memanfaatkan bantuan BLT yang diterima dengan bijak sesuai kebutuhan. 

"Kami persilahkan itu adalah hak warga, namun demikian janganlah bantuan berupa uang 600 ribu rupiah habis digunakan untuk belanja hal yang tidak perlu. Pergunakan secara bijak untuk kebutuhan pokok hidup selama masa pandemi ini," pungkas Siswanto. 


(Agus, SW)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.