Header Ads

Rancunya Pembangunan Pamsimas Desa Mertelu 2018 Penuh Dengan Kejanggalan

WARTA JOGJA | GUNUNGKIDUL --Pembangunan proyek Pengadaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Mertelu,Kecamatan Gedangsari yang terealisasi pada tahun 2018 terpaksa tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Setelah diujicobakan dan beroperasi beberapa hari saja ,berbagai kendala ditemui.Mulai dari kapasitas debit air yang tidak mencukupi,sampai dengan kerusakan mesin pompa penyedot air yang tidak bisa beroperasi.

Berbagai polemik yang muncul di tengah masyarakat bermunculan,dari kurangnya kajian dan penelitian dari kelompok dan pendamping dalam mempersiapkan segala sesuatunya dan terkesan proyek tersebut dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengambil keuntungan dari pembangunan proyek tersebut.

Kucuran dana yang bersumber dari APBN dan swadaya dari masyarakat senilai Rp 350 Juta ini ternyata sia-sia.N (58)  salah satu warga Desa Mertelu menyebutkan bahwa proyek Pamsimas tersebut terkesan asal-asalan.

"Saya pun termasuk ikut dalam pengerjaan galian pipa dengan warga yang lain secara gotong-royong,dengan harapan nantinya kami bisa mengatasi permasalahan air bersih di Desa kami",ungka N dengan muka putus asa saat dikonfirmasi wartawan Wartajogja Senin (04/05/2020)

Sementara pengurus Rencana Kerja Masyarakat ( RKM ) dan Pendamping Pamsimas seakan lempar handuk dan terkesan tidak mau tahu tentang permasalahan yang ada.

Sumadi,bendahara RKM menuturkan bahwa segala sesuatu tentang pendanaan tidak tahu - menahu, sebagai bendahara dia hanya melaksanakan pembayaran kebutuhan proyek tanpa tahu jumlah besaran dana tersebut.

"Saya hanya ikut arahan pendamping pamsimas saja, ketika pembayaran apapun saya hanya diberitahu tokonya dan kwitansi serta nota pun saya langsung serahkan ke pendamping saat itu, terkait penyusunan LPJ dan permasalahan tentang proyek Pamsimas yang mangkrak ini sudah diambil alih pihak Desa, saya sudah tidak menangani lagi",jelas Sumadi.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul , Ir.Eddy Praptono tidak bersedia ditemui di ruang kerjanya, melalui staf bidang Bina Manfaat, Sugito menjelaskan bahwa pihak Dinas PUPRKP Gunungkidul tidak ada laporan dari RKM dan Pendamping Pamsimas Desa Mertelu selama ini, dia berdalih bahwa setelah hasil kajian dan proyek tersebut diujicobakan, tugas Dinas PUPRKP hanya sebatas mengawasi dan monitoring.

" Untuk Tupoksinya kita serahkan kepada Kelompok masyarakat dan pendamping, jika ada permasalahan harusnya kami mengetahuinya tapi terkait Pamsimas Desa Mertelu tidak ada laporan yang masuk ke pihak kami, bahkan baru kali ini kami dapat informasi, untuk lebih jelasnya silahkan tanya ke bagian seksi permukiman dan penyehatan lingkungan karena saya sudah pindah bagian", jelas Sugito.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yuliana Dwi Arsanti selaku penanggungjawab Seksi bidang Permukiman dan Kesehatan lingkungan, bahwa semenjak proyek tersebut selesai dikerjakan, sudah diserahkan kepada RKM dan pendamping sebagai pengambil alih tugas karena merupakan salah satu langkah pemberdayaan terhadap masyarakat sebagai pengelola nantinya.

Sementara masalah mangkraknya proyek pamsimas belum ada solusi, Kepala Desa Mertelu, Sukirno beberapa hari lalu mengerahkan beberapa warganya untuk membongkar saluran pipa dan bak penampungan milik pamsimas di Padukuhan Baturturu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari tanpa ada koordinasi dengan pihak pengurus dan sosialisasi kepada masyarakat.Ia berdalih saluran tersebut akan dialihkan ke pengeboran sumur bantuan dari pihak ACT (Aksi Cepat Tanggap) Yogyakarta.

"Memang tujuan kami awalnya untuk pemindahan pipa dan torn itu ke sumur bantuan dari ACT, walaupun kami mengakui tanpa koordinasi terlebih dahulu kepada pihak  terkait ", ungkap Sukirno.

Disinggung mengenai dana Perimbangan 10 % yang dikeluarkan dari APBDes Mertelu, Sukirno tidak bisa memberikan keterangan secara terperinci dengan dalih pada waktu itu dia baru sibuk dengan pencalonan pemilihan kepala desa.

"Saya tidak mengetahui mengenai dana itu karena sudah ada TPK desa yang menangani " , pungkas Sukirno.

Terkesan janggal, proyek Pamsimas Desa Mertelu meninggalkan kekecewaan masyarakat yang pada awal sosialisasi berharap bisa mengakses kemudahan mendapatkan sarana air bersih dari adanya pembangunan proyek dengan menelan anggaran Rp 350 Juta  tersebut tidak bisa terealisasi setelah dua tahun tidak ada tindak lanjut dari penanggungjawab Pamsimas.

WJ ( Red )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.