Header Ads

Ratusan Bangunan Di Pesisir Pantai Gunungkidul Rusak Disapu Ombak


WARTA JOGJA | GUNUNGKIDUL- Sejumlah ratusan bangunan semi permanen  dikawasan pesisir selatan Gunungkidul mengalami kerusakan akibat tersapu gelombang tinggi di wilayah perairan pantai dalam dua hari terakhir.BMKG (Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika)memperkirakan gelombang tinggi ini akan berlangsung hingga akhir Mei 2020.

Menurut laporan Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan gelombang tinggi yang terjadi dalam dua hari terakhir setinggi 4 sampai 5 meter.Kejadian ini mengakibatkan rusaknya bangunan gazebo di sejumlah titik dan bangunan semi permanen yang berada di bibir pantai porak-poranda.

"Data sementara yang kami peroleh bahwa ada 127 bangunan semi permanen dan Gazebo yang mengalami kerusakan ringan dan berat, sementara kuatnya hantaman gelombang menyebabkan ambrolnya talut di beberapa lokasi", ungkap Surisdiyanto Rabu (27/05/2020).

Selain merusakkan sejumlah bangunan di beberapa lokasi, hantaman ombak juga membawa material sampah, saat terlihat di Pantai Indrayanti bahkan laju ombak sampai menyapu jalan aspal yang berada di sisi utara warung dan Gazebo kawasan tersebut.

Surisdiyanto menyebutkan, gazebo dan bangunan kamar mandi wilayah Pantai Sadranan dan Pantai Somanding yang paling banyak mengalami kerusakan.

Sementara Kepala BMKG Yogyakarta Reni Karningtyas menyampaikan bahwa untuk perairan selatan DIY, diperkirakan akan terus terjadi fenomena tingginya gelombang sampai dengan tanggal 31 Mei 2020 mendatang.

"Masyarakat dihimbau untuk waspada ancaman gelombang yang diperkirakan sampai akhir Mei 2020, untuk para nelayan sebaiknya tidak beraktivitas melaut terlebih dahulu",ungkapnya.

Tingginya gelombang pasang yang terjadi di sejumlah titik di wilayah perairan selatan pulau Jawa ini diduga karena mulai memasuki pancaroba, dimana kekuatan dan kecepatan angin di sejumlah wilayah mempengaruhi fenomena yang terjadi saat ini.


WJ (Redaksi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.