Header Ads

Dampak Pandemi Covid-19, Eko Sigon Tour Guide Asal Gedangsari Beralih Profesi Jualan Kentongan Bebeb

WARTA JOGJAKARTA | GUNUNGKIDUL -- Dampak pandemi covid-19 yang sudah cukup lama melanda Gunungkidul sangat berpengaruh dalam segi perekonomian, usaha dan juga pariwisata.Salah satunya para Guide yang biasa memandu tour kepada wisatawan baik lokal maupun nasional di berbagai penjuru wisata.Dampak pandemi covid-19 ini bagi sebagian guide banyak yang beralih profesi untuk tetap berkreativitas, selain bisa menghasilkan uang juga dapat mengangkat usaha yang ada di sekelilingnya.(07/06/20)

Eko Hardiyanto yang akrab disapa Mas Sigon atau Host Kecing adalah salah satu Guide profesional yang sudah malang melintang di dunia wisata. Mas Sigon merupakan warga Padukuhan Nglaran rt.003/011, Desa Ngalang , Kecamatan Gedangsari merupakan salah satu tim guide yang sementara beralih profesi sebagai penjual Kentongan bebeb yang sudah banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik itu pegawai, pengusaha, seniman dan lain sebagainya.

Saat ditanya oleh wartawan Wartajogjakarta.com, Mas Sigon yang juga tergabung di Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Gunungkidul menjelaskan alasannya kenapa memilih berjualan kentongan secara online.Alasannya cukup simple karena Guide atau Wisata ditutup, pihaknya harus putar otak untuk usaha mencukupi kebutuhan.Setelah dipertimbangkan usaha yang tidak butuh modal banyak dan yang sekiranya dibutuhkan saat ini, karena masa pandemi dan lockdown juga menjelang Lebaran isu keamanan sangat rentan maka selain bahan pangan dalam idenya muncul kentongan cukup menarik dan dia mencoba beralih profesi menjualnya secara online.

Kentongan karya Mas Sigon ini berbahan baku bonggol bambu dan di bentuk bebek yang dinamakan " BEBEBKU ", juga ada Bentuk Hiu yang dikasih nama  " LOPEHIU " juga ada yang berbentuk " LOMBOK " Biasa dengan ukuran bervariasi dan warna bervariasi, pernisnya juga berwarna warni.

" Awalnya iseng dan saya awalnya hanya modal 350 ribu namun ternyata antusias masyarakat sangat menggembirakan, akhirnya saya jatuhkan pilihan untuk memasarkan kentongan hasil UKM lokal Gedangsari agar UKM Gedangsari juga terangkat ", jelas Mas Sigon kepada Wartajogjakarta.com

Dia mulai berjualan sejak awal Mei 2020 kemarin dan hasilnya cukup menggembirakan, tak disangka bulan mei kemarin mampu menjual 300 pcs.Hingga memasuki bulan juni ini sudah terjual 325 pcs.Penjualnya pun tidak hanya di wilayah Gunungkidul namun pasar terjauh seperti Jakarta, Bantul dan Wonogiri juga ikut andil menikmati si Bebeb.Harganya pun juga terbilang murah mulai dari 30 (Kecil ) hingga 120 ( Jumbo ).
" Saya bekerjasama dengan Umkm Gedangsari dan saya sebagai finishingnya, untuk wilayah Gunungkidul free ongkir, mayoritas cod namun ada juga yang ambil di Galeri Omah Wangsit ( Omahku maksute ) ", imbuhnya.

Mas Sigon berharap dengan melonjaknya peminat kentongan karya umkm gedangsari yang berkolaborasi dengannya, Dia berharap seluruh Gunungkidul tiap rumah ada kentongan karena kentongan adalah alat komunikasi warisan nenek moyang yang wajib dilestarikan.

" Yaa...kalau saya sih mikirnya selain itu warisan juga karena kentongan lebih cepat dari pada WA ", begitu candanya.


WJ. ( Wahyudi )

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.