Header Ads

Pamit Mandi Di Telaga Namberan, Warga Karangasem Ditemukan Tenggelam Dalam Kondisi Sudah Meninggal


WARTA JOGJA | GUNUNGKIDUL - Malang tak dapat ditolak, untung tak bisa diraih. Pepatah inilah yang sepantasnya diberikan kepada Rukimin (59) warga Padukuhan Namberan RT 03/04 ,Desa Karangasem Kecamatan Paliyan ketika ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia di Telaga Namberan Kamis (04/06/2020) pukul 21.00 WIB.

Kejadian bermula saat Rukimin berpamitan kepada keluarganya untuk mandi di telaga Namberan sekitar pukul 20.00 WIB karena Rukimin baru saja selesai bekerja sebagai tenaga muat kayu di daerahnya.

Tak menaruh kecurigaan sedikitpun , pihak keluarga mengijinkan korban karena sudah terbiasa mandi di telaga.Hingga hari semakin larut keluarga pun mulai khawatir karena korban belum juga kelihatan pulang ke rumah.

Pihak keluarga meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk membantu mencari korban di area telaga.

Kecurigaan semakin bertambah tatkala ditemukan barang milik korban berada di tepi telaga namun tidak ada tanda-tanda korban ada di sekitar telaga setelah dipanggil-panggil oleh warga yang mencarinya.

Kejadian inipun sempat membuat panik keluarga, kemudian warga berinisiatif melakukan pencarian masuk ke perairan telaga, hingga menemukan sesosok tubuh yang diduga adalah Rukimin akhirnya bisa dievakuasi dengan keadaan sudah meninggal dunia.

Mendapatkan laporan atas kejadian ini, Polsek Paliyan menerjunkan anggotanya dan segera menuju lokasi.
Kapolsek Paliyan AKP.Edy Purnomo membenarkan kejadian ini.

" Setelah mendapatkan laporan warga, kami langsung mendatangi lokasi, bahwa korban sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, dugaan sementara korban meninggal karena sakit jantung, karena menurut informasi dari keluarga, korban ini punya riwayat sakit jantung",kata AKP Edy Purnomo.

Lebih lanjut Kapolsek Paliyan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda penganiayaan ditubuh korban,serta disertakan sejumlah barang milik korban seperti handphone, sendal, dan kaos milik korban sebagai barang bukti.

" Setelah selesai kita periksa, jasad korban kemudian kita serahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan, ini murni kecelakaan karena tidak ditemukannya tanda penganiayaan di tubuh korban", pungkas Edy Purnomo.


WJ ( Red )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.