Header Ads

Amankan Sejumlah Barang dari Sebuah Rumah , Densus 88 Anti Teror Lakukan Penyergapan Terhadap Terduga Jaringan Terorisme

WARTA-JOGJAKARTA || GUNUNGKIDUL-- Desus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Tim gabungan dari kepolisian menggerebek sebuah rumah di Padukuhan Ngawu, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen Rabu (30/09/2020).

Rumah tersebut dihuni oleh Was (58) terduga teroris bersama istri dan ketiga anaknya.

Suasana terasa menegangkan saat polisi bersenjata lengkap mengamankan setiap sudut gang masuk ke arah rumah tersebut.

Menurut keterangan Dukuh Ngawu Eko Setiawan bahwa Was yang selama ini menempati rumah kontrakan tersebut bukan asli penduduk setempat.

" Beliau merupakan pendatang bersama istri dan ketiga anaknya, asalnya dari Semarang dan ngontrak disini sudah sejak 6 bulan yang lalu", terang Eko Setiawan.

Was dalam kesehariannya dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai pribadi yang santun dan pandai membaur dengan masyarakat.

Ini diperkuat dengan pernyataan Suryono Ketua RT yang selama ini mengenal dekat Was karena merupakan warganya.

" Dia dan keluarganya merupakan pribadi yang santun, dalam kesehariannya tidak menunjukkan hal aneh, sering membaur dengan warga yang lain, bahkan tadi pagi masih terlihat shalat di masjid", jelas Suryono.

Disinggung peristiwa yang terjadi di wilayahnya, Lurah Ngawu Wibowo Dwi Jatmiko menuturkan bahwa dia mendampingi petugas gabungan dari kepolisian saat penyelidikan, namun dirinya tidak mengetahui secara pasti perihal penggeledahan dan penyelidikan tersebut.

" Sekilas saya lihat polisi menyita beberapa barang dari dalam rumah Was, namun saya tidak tahu pasti barang yang dibawa tersebut",ungkap Wibowo Dwi Jatmiko.

Setelah kegiatan dinyatakan selesai, dan terlihat petugas gabungan kepolisian mulai meninggalkan lokasi, Lurah Ngawu menghimbau kepada warga bahwa tetap  tenang dan selalu kondusif terbukti selama ini wilayah Kalurahan Ngawu aman.

" Terkait peristiwa ini, saya meminta warga tetap kondusif, tetap tenang. Menyoal tentang istri dan anak Pak Was, warga jangan sampai mengucilkan, karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi",pungkasnya.

WJ ( Wahyudi )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.