Header Ads

Dinas Pariwisata Melakukan Supervisi dan Evaluasi Penerapan AKB di Destinasi Wisata dan UJP

WARTA-JOGJAKARTA || GUNUNGKIDUL -- Setelah aktivitas pariwisata vakum selama 3 bulan pada masa pendemi, sejak bulan Juni 2020 Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan ujicoba pembukaan destinasi wisata secara terbatas. Ujicoba pembukaan destinasi ini dilakukan setelah melalui berbagai tahapan antara lain sosialisasi dan simulasi penerapan adaptasi kebiasaan baru bidang pariwisata. Pengelola destinasi wajib memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokol kesehatan yang telah dibuat oleh Dinas Pariwisata dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Kegiatan tersebut dilaksanakan kemarin Selasa (29/09/20) salah satunya di pesisir pantai Gunungkidul. (30/09/20)

Sampai bulan September ini sudah ada 52 destinasi wisata yang sudah dibuka dan mulai menerima kunjungan wisatawan. Selain destinasi, usaha jasa pariwisata seperti hotel/homestay, rumah makan, pusat oleh oleh, biro perjalanan juga melakukan proses sosialisasi dan simulasi sebelum melakukan aktivitasnya.

Untuk memastikan pengelola destinasi melaksanakan protokol kesehatan secara konsisten dan sesuai dnegan komitmen, Tim Dinas Pariwisata melakukan supervisi di destinasi wisata. Supervisi ini dilakukan pada Bulan September dengan teknik sidak (inspeksi mendadak) tanpa memberitahu pengelola destinasi. 

Supervisi dilakukan di berbagai destinasi wisata dan Usaha Jasa Pariwisata (UJP) antara lain Kawasan Desa Wisata Bleberan, Kawasan Pantai Gesing, Kawasan Pantai Ngobaran, dan Kawasan Pantai Wediombo. Setelah dilakukan supervisi, para pengelola destinasi dan UJP dikumpulkan untuk klarifikasi hasil supervise dan evaluasi penerapan protokol kesehatan atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang telah mereka lakukan.

Kepala Dinas Pariwisata, Ir. Asti Wijayanti, MA menyampaikan bahwa secara umum, hasil supervisi menunjukan bahwa pengelola destinasi atau Pokdarwis masih melaksanakan protokol kesehatan dnegan baik. Pemakaian masker, sarana cuci tangan dan jaga jarak masih dilakukan. Walaupun begitu masih ditemukan beberapa pelaku wisata dan pengunjung yang tidak tertib, terutama dan pemakaian masker dan jaga jarak, terhadap hal ini, Dinas pariwisata memberikan teguran dan peringatan.

Asti menjelaskan bahwa supervisi dan evaluasi ini akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat penanganan Covid-19 di DIY. Kegiatan ini penting untuk mengingatkan komitmen dan memastikan konsistensi para pelaku wisata di Gunungkidul dalam menerapkan protokol kesehatan di bidang pariwisata. Dengan kepatuhan dan ketertiban dalam melaksanakan protocol kesehatan, diharapkan tidak terjadi kasus paparan Covid-19 di destinasi wisata kabupaten Gunungkidul.



Red ( Wahyudi )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.