Header Ads

Rintis Pengelolaan Pupuk Organik, Kelompok Tani Padukuhan Peron Manfaatkan Limbah Kotoran Sapi

Warta Jogja || Gunungkidul - Kelompok tani Karang Jambu, Padukuhan Peron, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen mulai merintis pengelolaan pupuk organik yaitu dengan pemanfaatan limbah kotoran ternak jenis sapi dengan media fermentasi dalam memproduksi.

Rintisan ini mulai direalisasikan oleh kelompok tani Karang Jambu setelah kelompok tersebut mempunyai aset berupa pemeliharaan sapi dan juga fasilitas pendukung seperti alat penggilingan pupuk organik, rumah kompos, serta semangat kebersamaaan kelompok ternak Andini Sapi yang merupakan bagian dari kelompok tani Karang Jambu di Padukuhan Peron.

Lebih banyak, Bowo salah satu anggota kelompok ternak menguraikan bahwa mayoritas penduduk Padukuhan  Peron adalah petani, hampir 90% bekerja di bidang pertanian.

" Lahan dan sumber air yang mendukung, mayoritas penduduk disini gemar bercocok tanam, bisa dilihat bahwa tanaman mulai dari sayuran hingga palawija menjadi sektor komoditas tanam masyarakat Padukuhan saya", ulas Bowo.

Terkait dengan rintisan  pengolahan pupuk organik ini, Bowo menguraikan bahwa Kelompok Ternak Andini Sapi sudah mulai berjalan, dengan pemeliharaan sapi yang diperoleh dari bantuan pemerintah sejumlah 8 ekor nantinya sebagai percontohan untuk mengelola limbah kotoran sapi ini menjadi pupuk organik setelah melalui proses fermentasi minimal selama 21 hari.

"Saat ini kita masih memproduksi dengan skala kecil, karena harus melalui kajian dan uji lab, sehingga pengetahuan tentang pengolahan pupuk organik dari limbah kotoran sapi ketika dipasarkan nantinya sudah sesuai dengan aturan serta arahan dari pemerintah sehingga kualitasnya pun terjaga dan layak untuk didistribusikan kepada petani, saat ini masih di lingkup anggota kelompok tani di Padukuhan Peron saja", terang Bowo.

Ke depan, Kelompok tani Karang Jambu berkolaborasi dengan kelompok ternak Andini Sapi ingin mewujudkan budidaya tanaman organik, dimulai dari mengedepankan penggunaan pupuk organik hasil pengolahan sendiri agar ketergantungan akan pupuk anorganik mulai berkurang.

"Kita juga akan terus kembangkan inovasi obat pertanian memanfaatkan air seni sapi-sapi yang ada di peternakan kelompok kami", pungkas Bowo.


 Red (Wahyudi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.